31 May 2013

Pe-eR...

Cukup sering saya sampai di rumah setelah pulang kantor … dan langsung kembali bekerja. Terakhir kali saya masih bisa menganggap PR sebagai sesuatu yang ‘asyik’ itu waktu saya masih kelas 2 SD—lebih dari dua dekade yang lalu. Tapi kemudian saya melihat bahwa tidak sedikit juga rekan-rekan saya yang rajin membawa pulang pekerjaan kemudian begadang, jadi saya mulai mencoba melihat lebih dekat kehidupan sesama “langganan PeeR” saya.

Pertama-tama, jelas ada orang-orang yang memang tidak bisa mengatur waktu kerja atau sekedar malas, sehingga di akhir jam kantor pekerjaan mereka masih menumpuk. Tapi kalau di kantor saja mereka tidak mau, kecil kemungkinan mereka mau bekerja di rumah. Kemudian ada juga orang-orang yang rajin menggarap proyek lepas atau yang punya lebih dari satu pekerjaan—orang-orang seperti ini juga tidak dihitung dalam kelompok yang sering dapat PR.

Jadi, peserta pertama dalam kategori karyawan dan karyawati yang rajin membawa pulang pekerjaan adalah mereka yang kelebihan tugas, sehingga memang tidak punya pilihan lain kecuali bekerja di rumah setelah kantor tutup. Tak heran juga bahwa orang-orang dalam kelompok ini, terutama yang tidak dalam keadaan terpepet, akhirnya akan mencari lowongan di tempat lain.

Kelompok kedua diisi orang-orang yang otaknya seakan baru bisa ngebut di malam hari. Di tahun 2006 dulu, ada desainer grafis di kantor saya yang selalu terlambat masuk kantor, paling cepat mulai bekerja jam 2 sore, tapi selalu bisa menepati deadline—sama seperti burung hantu, kreativitasnya baru aktif di malam hari. Sekian tahun sesudahnya, saya sempat sekantor dengan penerjemah senior yang sampai jam 3 subuh pun masih bisa dihubungi via SMS atau YM. Dan paginya dia masih bisa masuk kantor tepat waktu dan tetap semangat sepanjang hari.

Rasanya jelas saya masuk ke kelompok kedua ini. Kadang-kadang saya menghabiskan waktu di kantor sekedar browsing atau membaca e-book karena otak saya entah kenapa tidak bisa masuk ‘mode kerja’. Tapi begitu matahari terbenam, ide-ide kreatif mulai muncul di benak saya dan saya juga mulai merasa termotivasi untuk menyelesaikan pekerjaan. Memang, ada juga masa-masanya saya terpaksa bekerja di luar jam kantor karena pergeseran deadline atau proyek mendadak. Tapi ujung-ujungnya, kalau saya sampai bawa pulang PR dari kantor, penyebabnya pasti kecenderungan nokturnal saya, atau kalau saya merasa bisa menuntaskan tugas di malam hari supaya besoknya saya bisa santai di kantor.

Ngomong-ngomong, sambil menulis post ini, saya tiba-tiba sadar bahwa pada dasarnya saya sudah tidak punya hak lagi berkeluh-kesah kalau ada PeeR… ^^a

FROM ARCHIVES

ARCHIVES

January 2017
view more
  • May 2013
  • June 2013
  • July 2013
  • August 2013
  • September 2013
  • February 2014
  • March 2014
  • April 2014
  • May 2014
  • June 2014
  • July 2014
  • August 2014
  • September 2014
  • February 2015
  • March 2015
  • April 2015
  • May 2015
  • June 2015
  • July 2015
  • August 2015
  • September 2015
  • Buying a new diamond ring (or any kind of diamond jewelry ...
  • As the colder season starts in earnest one particular style ...
  • Everybody wants beautiful and also healthy nails And like so ...
  • We’ve seen a lot of bold cosmetics on this year’s fall/winter ...