Sejauh ini saya sudah pernah menulis tentang kegemaran bersih-bersih saya, dan juga bahwa saya cukup suka mengutak-atik perangkat elektronik dan bahwa saya lebih suka desktop daripada laptop. Kalau keduanya digabungkan, hasilnya adalah satu lagi aktivitas yang saya lakukan di waktu senggang: membersihkan PC saya.

Untuk sebagian proyek yang saya tangani, saya sangat mengandalkan PC saya di rumah. Jadi, saya memang harus selalu memastikan bahwa PC saya dalam kondisi optimal. Saya sudah belajar untuk menginstal dan menginstal ulang OS-nya; saya juga belajar untuk memilih, menginstal, dan mengatur konfigurasi program antivirus dan firewall; saya juga belajar bagaimana caranya menggunakan beragam program perawatan; tapi yang terpenting, saya juga akhirnya belajar membongkar dan membersihkan CPU case saya. (Selain itu, saya juga belajar bahwa mayoritas pria sulit percaya bahwa ada wanita kantoran yang sudah terbiasa merawat PC—bahkan kalau pria yang bersangkutan belum pernah melihat ‘jerohan’-nya PC.)

PC pada dasarnya adalah magnet debu—sama seperti barang elektronik lainnya. Debu bisa mengganggu dispersi panas, dan dispersi panas yang tidak optimal bisa mengurangi usia komponen komputer. Jadi, jadi yang namanya PC harus rutin dibersihkan. Saya belajar proses bersih-bersih PC ini lewat trial and error, dan rasanya jauh lebih banyak error-nya, termasuk yang akhirnya memaksa saya mengeluarkan uang untuk membeli komponen pengganti. Tapi sekarang, saya sudah punya metode standar.

Pertama-tama, setelah melepaskan semua monitor (saya menggunakan dua monitor; konfigurasi seperti ini berguna sekali untuk penulis, copywriter, dan penerjemah), periferal (keyboard, mouse, modem, dll.), kemudian tower-nya saya bawa keluar rumah dan saya buka. PC yang disimpan di ruangan ber-AC pun akan sangat berdebu, jadi saputangan untuk menutup hidung dan mulut sangat disarankan. Dulu, saya biasanya dengan hati-hati mencabut semua komponen di dalam casing komputer (graphic card, hard disk, memori, heat sink, dll.) untuk kemudian dibersihkan dengan kuas kecil dan balon udara yang biasanya digunakan untuk membersihkan keyboard. Tapi sekarang, saya menggunakan mesin blower yang saya beli pada hari ulang tahun terakhir saya. Yup, ada lho wanita kantoran yang hadiah ulang tahunnya perkakas listrik… :)

Tapi, kalau berurusan dengan PC yang sudah sangat lama tidak dibersihkan, tidak ada pilihan lain selain main bongkar-pasang. Oh, dan mesin blower tadi juga sangat efektif untuk membersihkan keyboard. Untuk yang belum pernah serius mencoba membersihkan keyboard, melihat apa saja yang bisa tersangkut di dalamnya itu kejutan tersendiri.

Setelah sebagian besar debunya tertiup keluar, saya gunakan kuas kecil untuk membersihkan sisa-sisa lapisan debu yang membandel, kemudian saya tutup kembali casing-nya dan saya angkut kembali ke dalam rumah. Saat itu biasanya sekujur tubuh saya sudah berlapis debu, tenggorokan dan mata saya biasanya terasa perih, tapi si PC sudah mengkilap kembali, dan ketika dinyalakan, bunyinya jauh lebih senyap dan suhunya juga lebih rendah.

Dan yang lebih penting lagi, saya merasa puas. Komputer saya akan (mungkin… moga-moga…) berjalan lebih mulus dan tidak cepat aus, plus PC yang sudah bebas debu memang lebih enak dilihat. Dan terakhir, mandi setelah sejam berkotor ria rasanya nyaman sekali…

FROM ARCHIVES

ARCHIVES

January 2017
view more
  • May 2013
  • June 2013
  • July 2013
  • August 2013
  • September 2013
  • February 2014
  • March 2014
  • April 2014
  • May 2014
  • June 2014
  • July 2014
  • August 2014
  • September 2014
  • February 2015
  • March 2015
  • April 2015
  • May 2015
  • June 2015
  • July 2015
  • August 2015
  • September 2015
  • Buying a new diamond ring (or any kind of diamond jewelry ...
  • As the colder season starts in earnest one particular style ...
  • Everybody wants beautiful and also healthy nails And like so ...
  • We’ve seen a lot of bold cosmetics on this year’s fall/winter ...