Saya memang suka jalan-jalan ke mall modern, butik, department store, dan outlet-outlet khusus, tapi sesuatu yang spesial kesan spesial dari pengalaman browsing di toko barang bekas, toko buku second-hand, atau garage sale. Rasanya sulit mengalahkan sensasi menemukan kejutan tersembunyi seperti album limited edition, buku yang sudah tidak dicetak, baju vintage yang cantik, atau kalung antik yang manis… rasanya seolah apa saja bisa muncul di depan mata. Selain itu, saya juga suka menikmati nostalgia sambil berjalan di antara rak-rak tua yang berdebu, deretan baju yang mulai pudar warnanya, dan keranjang penuh pernak-pernik.

Sebenarnya belanja barang bekas tidak sejauh itu bedanya dari membeli barang baru… tapi untuk  sepenuhnya memanfaatkan potensi toko barang bekas atau untuk menjadi pemburu tetap barang second-hand , tips-tips berikut mungkin bisa membantu…

Sabar: Yang paling menyebalkan dari belanja barang bekas adalah bahwa barang dagangan yang kita jumpai sama sekali tidak bisa ditebak. Bisa makan waktu sekian jam, hari, atau bahkan minggu sebelum kita bisa menemukan apa yang kita cari. Jadi, ada baiknya kita menyiapkan kesabaran sekaligus stamina ekstra.

Berpikiran terbuka: Yang paling menyenangkan dari belanja barang bekas adalah bahwa barang dagangan yang kita jumpai sama sekali tidak bisa ditebak—selalu saja ada kejutan baru. Jadi biarkan pikiran—dan mata!—kita terbuka.

Jangan berpikiran terlalu terbuka: Nostalgia dan suasana toko batang bekas bisa dengan mudah membuat kita terbuai. Rasanya kita perlu ekstra hati-hati juga agar tidak kebablasan berbelanja…

Siapkan pakaian berburu: Jika kita tertarik dengan, misalnya saja, perhiasan antik atau jaket vintage, sebaiknya kita memakai baju yang sering kita pakai agar kita dapat dengan mudah melihat apakah barang yang kita lihat cocok dengan penampilan sehari-hari kita. Juga sangat disarankan untuk memakai sekian lapis pakaian agar kita tidak perlu canggung melepas atasan paling luar ketika mau mencoba pakaian yang dijual. (Rasanya kebanyakan toko barang bekas tidak ada kamar pasnya, toh?)

Coba sebelum membeli: Yang satu ini jelas wajib jadi pegangan ketika membeli barang elektronik atau perkakas rumah tangga. Tapi kita juga harus ekstra hati-hati ketika membeli pakaian—jangan sepenuhnya percaya pada ukuran yang tertera karena pakaian bekas kemungkinan besar sudah melar atau menciut. Jadi, jangan terburu-buru memilih barang yang akan dibawa pulang.

Jadilah pelanggan tetap: Kalau kita mengenal—dan dikenal—pemilik toko atau setidaknya staf toko barang bekas, bisa saja kita jadi lebih mudah menawar harga sekaligus mudah mendapat kabar kalau ada barang baru.

Jangan lupa belajar jadi tukang reparasi: Kalau kita bisa menjahit, baju bagus yang perlu dipermak atau diperbaiki sedikit masih tetap layak dibawa pulang. Prinsip yang sama berlaku untuk benda-benda lain seperti perabot, elektronik, dll.

FROM ARCHIVES

ARCHIVES

January 2017
view more
  • May 2013
  • June 2013
  • July 2013
  • August 2013
  • September 2013
  • February 2014
  • March 2014
  • April 2014
  • May 2014
  • June 2014
  • July 2014
  • August 2014
  • September 2014
  • February 2015
  • March 2015
  • April 2015
  • May 2015
  • June 2015
  • July 2015
  • August 2015
  • September 2015
  • Buying a new diamond ring (or any kind of diamond jewelry ...
  • As the colder season starts in earnest one particular style ...
  • Everybody wants beautiful and also healthy nails And like so ...
  • We’ve seen a lot of bold cosmetics on this year’s fall/winter ...