Bayangkan kita sedang berjalan-jalan di mall pada malam Minggu. Mood sedang enak, ada sale di toko yang ingin kita kunjungi… dan tiba-tiba kita merasa rambut agak kusut. Rasanya semakin banyak orang mulai memandang ke arah kita, dan kita mulai berusaha mencari toilet. Ketika panik mulai memuncak, tampaknya mulai ada yang menertawakan kita. Benar-benar mimpi buruk…

Yang namanya mimpi buruk tentu saja tidak nyata. Hanya saja kita memang biasa berasumsi bahwa orang lain cenderung mengamati kita. Bahkan ada istilah khusus untuk fenomena ini: efek lampu sorot—karena kita sering merasa seakan ada lampu yang menyinari kita sehingga orang lain akan dengan mudah melihat semua kekurangan kita. Kalau kita bintang film Hollywood yang jalan-jalan di mall sambil memakai T-shirt norak, memang sewajarnya kita menjadi pusat perhatian. Tapi biasanya kita cenderung berasumsi bahwa perhatian yang tertuju pada diri kita dua kali lipat dari kenyataan (ada sekian studi psikologi yang membuktikan hal ini). Jelas bahwa perasaan ini sangat efektif dalam menciutkan rasa percaya diri…

Mengatasi efek lampu sorot ini sebenarnya tidak terlalu sulit. Sekedar menyadari bahwa fenomena ini nyata dan normal-normal saja sudah sangat membantu.

Selanjutnya, kita bisa memilih sendiri ingin berdiri di bawah lampu sorot seperti apa. Memakai pakaian berwarna cerah, berhenti sejenak saat bercerita untuk menimbulkan efek dramatis, tertawa riang dan bebas kalau ada yang menyenangkan… Kalau hal-hal ini menarik perhatian orang, kemungkinan besar perhatiannya positif.

Dan satu hal lagi, coba ajukan pertanyaan yang paling universal: “Jadi?” Kalau orang-orang melihat sobekan pada stocking saya, pasti mereka tertawa. Jadi? Kalau saya mempresentasikan ide saya saat rapat minggu depan, kolega saya mungkin akan merasa saya bodoh. Jadi? Kalau saya bernyanyi di rumah, nanti tetangga bisa mengira saya orang aneh. Jadi? Jadi sering kali, yang kita takutkan sebenarnya tidak nyata.

Bertindak bijak dalam lingkup sosial adalah hal positif—tapi jangan lupa bahwa yang sering mengekang kita adalah tatapan imajiner dari orang-orang di sekitar kita terhadap kekurangan kita yang sama saja imajiner…

FROM ARCHIVES

ARCHIVES

January 2017
view more
  • May 2013
  • June 2013
  • July 2013
  • August 2013
  • September 2013
  • February 2014
  • March 2014
  • April 2014
  • May 2014
  • June 2014
  • July 2014
  • August 2014
  • September 2014
  • February 2015
  • March 2015
  • April 2015
  • May 2015
  • June 2015
  • July 2015
  • August 2015
  • September 2015
  • Buying a new diamond ring (or any kind of diamond jewelry ...
  • As the colder season starts in earnest one particular style ...
  • Everybody wants beautiful and also healthy nails And like so ...
  • We’ve seen a lot of bold cosmetics on this year’s fall/winter ...