21 Aug 2013

Hands vs. Germs…

comment(s)

Pernah tidak menghitung berapa kali kita mencuci tangan setiap hari? Pastinya cukup sering, toh? Bagaimanapun juga kita tidak mau ada kotoran yang terbawa ke keyboard kita atau tambahan kuman di cangkir teh kita. Tapi air bersih dan sabun tidak selalu tersedia atau praktis untuk digunakan, seperti kalau kita baru saja bersalaman dengan klien dan terlambat sadar bahwa sang klien sedang pilek, atau ketika anak teman dekat kita—yang hidungnya sedang meler—baru saja memeluk kita. Kasus-kasus seperti inilah yang membuat kita bersyukur bahwa ada yang namanya hand sanitizer… kan?

Ah, tapi sebenarnya ada satu dua hal seputar penggunaan hand sanitizer yang ada baiknya kita ketahui…

Yang terpenting tentu saja adalah hand sanitizer tipe apa yang sebaiknya kita gunakan. Sebenarnya jawabannya cukup mudah: gunakan produk hand sanitizer yang berbasis alkohol, dan pastikan bahwa kandungan alkoholnya setidaknya 60 persen. Masalahnya, jenis yang bebas alkohol dan berlabel ‘anti bakteri’ biasanya mengandung triklosan… dan bahan kimia yang satu ini kini diduga tidak begitu efektif. Dan meski bisa membunuh sebagian bakteri, triklosan juga merupakan salah satu penyebab mengapa semakin banyak bakteri kini tahan terhadap antibiotik. Pernah dengar tentang fenomena ‘bakteri super’ kan? Sebaliknya, alkohol secara fisik menghancurkan kuman…

Analoginya mungkin seperti ini: Kalaupun kita tidak tahan makanan pedas, sebenarnya kita bisa lama-kelamaan membiasakan diri makan cabai dan sambal, kan? Tapi tidak mungkin kita bisa membiasakan diri dengan ditabrak mobil… Nah, hubungan antara bakteri dengan alkohol itu mirip dengan hubungan antara kita dengan mobil yang melaju kencang…

Meski tidak sepenting poin pertama, yang perlu diperhatikan juga adalah bagaimana kita menggunakan hand sanitizer. Pertama-tama, pastikan tangan kita bebas kotoran dan debu. Kemudian keluarkan cairan hand sanitizer-nya sampai menutupi telapak tangan kita kemudian gosok dengan kuat selama sekitar 20 detik sambil memastikan bahwa cairannya sampai ke sela-sela jari, ke bawah perhiasan yang kita gunakan, ke pergelangan, dan ke punggung tangan kita…

Jadi, sekedar mengambil satu-dua tetes kemudian menggosok telapak tangan kita tidak ada gunanya…

FROM ARCHIVES

ARCHIVES

January 2017
view more
  • May 2013
  • June 2013
  • July 2013
  • August 2013
  • September 2013
  • February 2014
  • March 2014
  • April 2014
  • May 2014
  • June 2014
  • July 2014
  • August 2014
  • September 2014
  • February 2015
  • March 2015
  • April 2015
  • May 2015
  • June 2015
  • July 2015
  • August 2015
  • September 2015
  • Buying a new diamond ring (or any kind of diamond jewelry ...
  • As the colder season starts in earnest one particular style ...
  • Everybody wants beautiful and also healthy nails And like so ...
  • We’ve seen a lot of bold cosmetics on this year’s fall/winter ...