30 Nov 2013

Post-holiday blues…

comment(s)

Jadi, liburan saya resmi berakhir. Saya sudah kembali di rumah, tas-tas saya sudah dibongkar, dan oleh-oleh yang saya bawa sudah dibagikan. Masih ada setidaknya satu hari yang bisa saya gunakan untuk istirahat dan bersiap-siap untuk kembali ke kantor, tapi otak saya terasa lamban dan badan terasa lemas. Rasanya saya tidak bisa menghindari post-holiday blues alias depresi pasca-liburan…

Satu hambatan besar yang menjadikan kembali ke rutinitas harian saya terasa begitu sulit adalah perasaan bahwa tidak ada yang benar-benar berubah: hari Senin depan saya akan berangkat dari rumah seperti biasa, masuk kantor seperti biasa, mengerjakan tugas-tugas yang biasa saya lakukan, pulang ke rumah seperti biasa, kemudian mengulangi semuanya pada hari Selasa, dan seterusnya…

Kabar baiknya adalah bahwa perasaan ini konon normal—dan boleh dibilang pasti muncul—setelah liburan, apalagi kalau liburannya menyenangkan. Dan setelah satu atau dua minggu (menurut teman saya, seorang psikolog, durasi rata-rata post-holiday blues adalah satu setengah kali lipat lama liburan… ternyata fenomena yang satu ini saja ada studinya toh) harusnya saya sudah kembali menjadi saya yang dulu lagi.

Yah, setidaknya ada satu hal yang bisa saya tunggu-tunggu: jalan-jalan di akhir pekan bersama kardigan, kain batik, dan boots baru saya… ^^

FROM ARCHIVES

ARCHIVES

January 2017
view more
  • May 2013
  • June 2013
  • July 2013
  • August 2013
  • September 2013
  • February 2014
  • March 2014
  • April 2014
  • May 2014
  • June 2014
  • July 2014
  • August 2014
  • September 2014
  • February 2015
  • March 2015
  • April 2015
  • May 2015
  • June 2015
  • July 2015
  • August 2015
  • September 2015
  • Buying a new diamond ring (or any kind of diamond jewelry ...
  • As the colder season starts in earnest one particular style ...
  • Everybody wants beautiful and also healthy nails And like so ...
  • We’ve seen a lot of bold cosmetics on this year’s fall/winter ...