Media sosial kini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari kita… toh? Bagaimanapun juga kalau kita mau jujur, rasanya kita biasanya menghabiskan setidaknya satu jam atau lebih per hari untuk me-like foto teman-teman, me-retweet, memasang komentar di video-video, dan mem-post unek-unek kita sendiri.

Jadi… mungkin sudah saatnya kita berpikir mengenai menggunakan media sosial secara lebih bertanggung jawab, kan? Misalnya dengan menetapkan resolusi untuk “berpikir sebelum mem-post” (atau me-like, berkomentar, share, dll.)  Karena media sosial pada dasarnya merupakan ladang ranjau yang penuh dengan blunder sosial. Blunder seperti apa yang dimaksud di sini? Misalnya saja…

- Kita bisa saja secara tidak sengaja membantu menyebarkan berita palsu. Coba tengok post lama ini (8/20) yang berisi tips-tips untuk mengenali hoax

- Mungkin kita malah “memberi makan seorang troll”. Jadi ada orang-orang yang akan sengaja menulis tentang sesuatu yang kontroversial atau memicu amarah sekedar untuk memprovokasi orang lain. Jangan sampai kita ikut terpancing…

- Tidak semua hal layak diperdebatkan. Misalnya saja, kalau seorang teman menganggap sebuah film seperti “sampah” padahal menurut kita film tersebut adalah film terbaik tahun ini, apa gunanya berdebat di ranah online dengan dia? Argumentasi tanpa ujung juga sangat mudah terjadi begitu pembicaraannya bergeser ke arah politik, agama, serta topik-topik panas lainnya. Jadi, hati-hati dalam memilih arena debat yang kita masuki… atau lebih baik lagi, jangan mau terlibat dalam debat online di media sosial. Bagaimanapun juga, kapan sih ada orang yang mau mengubah cara pandangnya hanya karena diskusi online?

- Tidak semua detail terkecil dari aktivitas sehari-hari kita perlu dipajang di Internet. Kalau tidak diabaikan, bisa saja post-post remeh-temeh kita dianggap sebagai upaya mencari perhatian. Jangan lupa, ada banyak cara yang lebih baik untuk mencari perhatian nyata dari orang-orang yang memang peduli pada kita…

- Dan terakhir, kita bisa saja terlibat masalah serius. Rasanya sudah cukup banyak cerita tentang orang-orang yang di-PHK setelah mem-post komentar negatif terkait tempat kerja, kolega, atau bahkan atasan… tapi lupa bahwa atasan yang mereka singgung sudah ada dalam friend list mereka.

FROM ARCHIVES

ARCHIVES

January 2017
view more
  • May 2013
  • June 2013
  • July 2013
  • August 2013
  • September 2013
  • February 2014
  • March 2014
  • April 2014
  • May 2014
  • June 2014
  • July 2014
  • August 2014
  • September 2014
  • February 2015
  • March 2015
  • April 2015
  • May 2015
  • June 2015
  • July 2015
  • August 2015
  • September 2015
  • Buying a new diamond ring (or any kind of diamond jewelry ...
  • As the colder season starts in earnest one particular style ...
  • Everybody wants beautiful and also healthy nails And like so ...
  • We’ve seen a lot of bold cosmetics on this year’s fall/winter ...